Tampilkan postingan dengan label Manajemen Majlis Taklim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Majlis Taklim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2009

MACAM-MACAM MAJELIS TAKLIM

Majelis Taklim dapat dibedakan dari segi lingkungan, kelompok sosial, dasar pengikat peserta, metode penyajian, dan tipe kepengurusannya.

a. ditinjau dari lingkungan jama’ahnya terdapat macam-macam tingkat, diantaranya :
1. majelis taklim pinggiran. Pinggiran disina bukan brarti pinggiran kota, akan
tetapi menunjukan pemukiman lain yang umumnya di diami oleh masyarakat ekonomi
lemah sebagian besar menunjukan unsur Jakarta asli.
2. majelis taklim gedongan. Terdapat di daerah elite lama dan baru dimana penduduknya
dianggap kaya dan terpelajar.
3. majelis taklim kantoran. Diselenggarakan oleh karyawan suatu kantor atau
perusahaan yang mempunyai ikatan yang sangat erat dengan kebijaksanaan kantornya.
4. majelis taklim usroh, jama’ahnya remaja dengan aliran politik atau agama tertentu.
b. ditinjau dari kelompok social jama’ahnya terdapat beberapa jenis majelis taklim
sebagai barikut :
1. majlis taklim kaum bapak.
2. majlis taklim kaum ibu.
3. majlis taklim remaja.
4. majlis taklim campuran.
c. ditinjau dari dasar jama’ahnya, majelis taklim dapat dibadakan menjadi beberapa
bagian, yaitu :
1. majelis taklim yang diselenggarakan oleh masjid atau mushola tertentu, yang
pesertanya dari orang-orang yang berada disekitar masjid atau mushola yang
bersangkutan.
2. masjelis taklim yang diselenggarakan oleh kantor atau instansi tertentu, yang
pesertanya terdiri dari pegawai, karyawan beserta keluarganya.
3. majelis taklim yang diselenggarakan oleh RW atau RT tertentu, yang pesertanya
terdiri dari warga RW atau RT itu.
d. ditinjau dari metode penngjiannya terhadap majelis taklim :
1. majelis taklim yng diselenggarakan dengan metode ceramah, metode ini dilaksanakan
dengan dua cara, yaitu :
I. ceramah umum, pengajar bertindak aktif dengan memberikan pelajaran, sedangkan
paserta pasif yaitu tinggal mendengarkan atau menerima materi yang disampaikan
atau diceramahkan atau yang biasa kita sebut dengan jiping (pengajian kuping).
II.Ceramah terbatas, biasanyaterdapat kesempatan untuk tanya-jawab. Jadi pengajar
maupun peserta sama aktifnya.
2. majelis taklim yang diselenggarakan dengan metode halaqah. Biasanyn dalam hal ini
pengajar memberikan pengajarn melalui pegangan kitab tertentu. Peserta
mendengarkan sambil menyimak kitab yang sama atau melihat ppan tulis dimana
pengajar menuliskan apa-apa yang hendak diterangkan.
3. majelis taklim yng diselenggarakan dengan metode muzakarah. Metode ini
dilaksanakan dengan cara menukar pendapat atau diskusi mengenai suatu masalah yng
disepakati untuk dibahas.
4. majelsi taklim yang diselenggarakan dengan metode campuran. Artinya saat majelis
taklim menyelenggarakan kegiatan pendidikan atau pengajian, materi yang
disampaikan tidak dengan satu macm metode saja, melainkan dengan metode secara
bersalang-seling.
e. ditinjau dari tipe kepengurusannya, mjelis taklim dapat dibadkan menjadi :
1. pengurs yang sendirian. Ia pemilik majelis taklim, pengurus dn juga sebagai guru
tetap.
2. pengurus bersifat pribadi, dengan dibantu oleh keluarga atau murid. Ia pemilik,
pengurus juga sebagai guru.
3. pengurus berstruktur organisasi dengan pembagian tugas untuk mas kepengurusan dua
sampai tiga tahun yng dipilih oleh jama’ah.
4. pengurus berstruktur organisasi yang ditentuka oleh ketua dan pemgian tugas. Ketua
lebih dominant karena skaligus merangkap menjadi guru.
5. pengurus berstruktur dan pembagian tugas dengan periode atu tnpa periode
kepengurusan. Yang dibentuk dengan surat keputusan (SK) kantor bersangkutan.
0

Tujuan, Kedudukan, Fungsi Majelis Taklim

Tujuan majelis taklim adalah membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan sesuai atau serasi antara manusia dengan Allah, antara manusia dengan manusia lainnya, antara manusia dengan tempat tinggal sekitarnya atau lingkungan, dalam rangka meningkatkan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT.

Tujuan umum suatu majlis taklim adalah membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan serasi antara manusisa dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungannya dalam membina masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT. Sedangkan tujuan khusus dari mjlis taklim adalh memasyarakatkan ajaran islam.

Tujuan majlis taklim dilihat dari fungsinya :

1. berfungsi sebagai tempat belajar
2. berfungsi sebagai tempat kontak social
3. berfungsi sebagai mewujudkan minat social

kedudukan majlis taklim adalah sebagai tempat lembaga pendidikan non-formal, dan berfungsi sebagai :

a. membina dan mengmbangkan ajaran islam dalam rangka membentuk masyarakat yang
bertaqwa kepada Allah SWT.
b. Sebagai taman rekreasi rahaniyah, karena penyelenggaraannya yang santai.
c. Ajang berlangsungnya silaturahmi missal yang dapat menghidup-suburkan dakwah dan
ukhuwah islamiyah.
d. Sebagai sarana dialog yang berkesinambungan antara para ulama dengan umat.
e. Media penyampaian gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat khususnya dan
bangsa umumnya.

Fungsi majelis taklim adalah :

1. meluruskan aqidah
2. memotivasi umat untuk beribadah kepada Allah SWT
3. amar ma’ruf nahi mungkar
4. menolak kebudayaan negative yang dapat merusak
4

Pengertian Manajemen Majelis Taklim

Dari pengertian sebelum tentang majelis taklim kita sudah membahasnya tinggal pembahasan manajemennya saja. Sebenarnya apa sih pengrtian manajemen majlistaklim itu?. Manajemen berasal dari kta manage, to manage yang artiny pengaturan, mengurus dan mengelola atau ketatalaksanaan, tata pimpinan dan pengelolaan.

Singkatnya manajemen adalah suatu proses yang diterapkan oleh individu atau kelompok dalam upaya-upaya koordinasi untuk mencapai suatu tujuan.

Sedangkan secara terminology menurut T. Hani Handoko, manajemen adalah proses pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sedngakan menurut George R. Terry, manajemen adalah suatu proses khas terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilaksanakan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya.

Dengan demikian manajemen majlis taklim adalah suatu proses mengatur / merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengawasi terhadap suatu lembaga pendidikan non formal islam untuk menjalankan kurikulum yang diselenggarakan secara berkala dan teratur agar dapat membina jamaah.
0

Selasa, 10 Februari 2009

Pengertian Majelis Taklim & Dasar Hukum Majelis Taklim

Pengertian Majelis Taklim

Menurut akar katanya, istilah majelis taklim terssusun dari gabungan dua kata : majlis yang berarti (tempat) dan taklim yang berarti (pengajaran) yang berarti tempat pengajaran atau pengajian bagi orang-orang yang ingin mendalami ajaran-ajaran islam sebagai sarana dakwah dan pengajaran agama.

Majelis taklim adalah salah satu lembaga pendidikan diniyah non formal yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan akhlak mulia bagi jamaahnya, serta mewujudkan rahmat bagi alam semesta.

Dalam prakteknya, majelis taklim merupakan tempat pangajaran atau pendidikan agama islam yang paling fleksibal dan tidak terikat oleh waktu. Majelis taklim bersifat terbuka terhadap segla usia, lapisan atau strata social, dan jenis kelamin. Waktu penyelenggaraannya pun tidak terikat, bisa pagi, siang, sore, atau malam . tempat pengajarannya pun bisa dilakukan dirumah, masjid, mushalla, gedung. Aula, halaman, dan sebagainya. Selain tiu majelis taklim memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai lembaga dakwah dan lembaga pendidikan non-formal. Fleksibelitas majelis taklim inilah yang menjadi kekuatan sehingga mampu bertahan dan merupakan lembaga pendidikan islam yang paling dekat dengan umat (masyarakat). Majelis taklim juga merupakan wahana interaksi dan komunikasi yang kuat antara masyarakat awam dengan para mualim, dan antara sesama anggot jamaah majelis taklim tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu.

Dengan demikian majelis taklim menjadi lembaga pendidikan keagamaan alternative bagi mereka yang tidak memiliki icukup tenaga, waktu, dan kesempatan menimba ilmu agama dijulur pandidikan formal. Inilah yang menjadikan majlis taklim memiliki nilai karkteristik tersendiri dibanding lembaga-lembaga keagamaan lainnya.

Dasar Hukum Majelis Taklim

Majelis taklim merupakan lembaga pendidikan diniyah non-formal yang keberadaannya di akui dan diatur dalam :

1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional.
2. Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tantang standar nasional pendidikan.
3. Peraturan pemerintah nomor 55 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan
pendidikan keagamaan.
4. Keputusan MA nomor 3 tahun 2006 tentang strutur departement agama tahun 2006.
15

Minggu, 11 Januari 2009

Manajemen Majlis Taklim

Penggerakan Manajemen Majlis Ta'lim

A. Pengertian Penggerakan
Penggerakan mempunyai arti dan perana yang sangat penting. Sebsb diantara fungsi manajemen lainnya, maka penggerakan merupakan fungsi secara langsung berhubungan dengan manusia (pelaksana). Dengan ini fungsi penggerakan inilah, maka ketiga fungsi manajemenyang lain baru efektif.
Penggerakan adalah aktivitas pokok dalam manajemen yang mendorong dan menjuruskan semua bawahan agar berkeinginan, bertujuan bergerak untuk mencapai maksud-maksud yang telah ditentukan dan mereka berkepentingan serta bersatu padu dengan rencana usaha organisasi.
Penggerakan juga dapat didefinisikan pula sebagai keseluruhan usaha, cara, teknik, dan metode untuk mendorong para anggota oraganisasi agar mau dan ikhlas bekerja sebaik mungkin demi terciptanya tujuan organisasi dengan efektif, efisien, dan ekonomis.
Menurut Arifin Abdul Rahman, bahwa penggerakan merupakan kegiatan manajemen untuk membuat orang lain suka dan dapat bekerja. Pada dasarnya menggerakan orang lain bukanlah hal yang mudah. Untuk dapat menggerakanya dituntut bahwa manajemen hendaklah mampu atau seni untuk menggerakan orang lain. Kemempuan atau seni menggerakan orang lain itu disebut kepemimpinan atau leadership.
Dari beberapa definis diatas maka dapatlah dirumuskan bahwa penggerakan merupakan kegiatan manajemen untuk menggerakan dan membuat orang lain suka dan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien, sehingga tindakan-tindakan yang telah dilakukan menyebabakan suatu organisasi dapat berjalan.
Adapun berupa istilah yang sering digunkan untuk maksud penggerakan misalnya :
1. leading, atau menghantar
2. directing, memberi petunjuk atau arahan
3. motivating, memberi motivasi/dorongan/alasan orang lain suka mengikutinya
4. comanding, memberi perintah kepada bawahan


berdasarkan beberapa pengertian penggerakan, maka penggerakan terdiri dari beberapa langkah-langkah yang mempunyai peranan penting dalam proses penggerakan, diantaranya sebagai berikut :
1. motivasi
2. pembimbingan
3. penjalinan hubungan
4. penyelenggaraan kopemberianmunikasi
5. pengembangan atau peningkatan pelaksana

Faktor-faktor yang diperlukan dalam penggerakan diantaranya :
1. Kepemimpinan (leadership)
2. Sikap dan Moril (attitude and morale)
3. Tatahubungan (Communicatio)
4. Perangsang (Incentive)
5. Supervisi (supervision)
6. Disiplin (Discipline).

1) Kepemimpinan (Leadership)
Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar berusaha dengan ikhlas untuk mencapai tujuan bersama. Seorang manajer yang tidak memiliki kepemimpinan tidak akan mampu untuk mempengaruhi bawahannya untuk bekerja, sehingga manajer yang demikian akan gagal dalam usahanya. Sifat-sifat kepemimpinan menurut Harold koontz, diantaranya sebagai berikut :

1) Memiliki kecerdasan orang-orang yang dipimpin
2) Mempunyai perhatian terhadap kepentingan yang menyeluruh
3) Memiliki kelancaran dalam berbicara
4) Matang dalam berpikir dan emosi
5) Memiliki dorongan yang kuat dari dalam untuk memimpin
6) Memahami/menghayati kepentingan kerja sama.




2) Sikap dan Moril (Attitude and Morale)
Sikap ialah suatu cara memandang hidup, suatu cara berpikir, berperasaan dan bertindak. Oleh karena itu sikap manajer akan berbeda-beda sesuai dengan pola hidupnya. Beberpa sikap manajer diantaranya yaitu :
a) Sikap feudal (feudal attitude). Manajer yang mempunyai sikap cara berpikir, berperasaan dan bertindak sesuai dengan pola-pola kehidupan feodalisme, yaitu suka terikat oleh aturan-aturan tertentu yang telah teradat dan selalu ingin penghormatan yang serba lebih. Dengan demikian dalam masyarakat feudal dimana sikap anggota masyarakat sesuai dengan pola hidup feodalisme akan sukar lahir kepemimpinan demokratis dariad para manajer, mengingat manajer tersebut hidup dari masyarakat feudal.
b) Sikap Kediktatoran (Dictatorial attitude). Manajer yang bersikap kediktatoran akan berpikir berperasaan dan bertindak sebagai dictator yang mempunyai kekuasaan mutlak, sehingga bawahan, pekerja akan menjadi sasaran daripada kekuasaannya.

3) Tata Hubungan (Communication)
Komunikasi membantu perencanaan managerial dilaksanakan dengan efektif, pengorganisasian managerial dilakukan dengan effektif, penggerakan managerial diikuti dengan efektif dan pengawasan diterapkan dengan efektif. Dalam melakukan komunikasi dalam manajemen ada beberapa macam diantaranya :
a) intern yaitu komunikasi yang dilakukan dalam organisasi itu sendiri baik antara atasan dengan atasan atau bawahan dengan bawahan atau antara atasan dengan bawahan atau sebaliknya.
b) Komunikasi Ekstern yaitu komunikasi yang dilakukan keluar organisasi.
c) Horizontal yaitu komunikasi yang dilakukan baik intern maupun ekstern antar jabatan yang sama.
d) Komunikasi Vertikal yaitu komunikasi yang dilakukan dalam intern organisasi antara atasan dan bawahan atau sebaliknya dalam suasana formil.



4) Perangsang (Incentive)
insentif ialah sesuatu yang menyebabkan atau menimbulkan seseorang bertindak.

5) Supervisi (Supervision)
Supervisi dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan pengawasan, sehingga suka timbul kekacauan pengertian dengan kata pengawasan sebagai terjemah dari kata control. Menurut Terry Supervsi ialah kegiatan pengurusan dalam tingkatan organisasi dimana anggota manajemen dan bukan anggota manajemen saling berhubungan secara langsung. Dengan demkian tugas supervisor cukup berat karena ia harus dapat menemukan kesalahan-kesalahan dan memperbaikinya, serta memberi petunjuk untuk menyelesaikan sesuatu pekerjaan dan memberi nasehat-nasehat kepada pegawai yang mengalami kesulitan.

6) Disiplin (Discipline)
Disiplin ialah latihan pikiran, perasaan, kehendak dan watak untuk melahirkan ketaatan dan tingkah laku yang teratur. Jenis disiplin ada dua : (1) Self Imposed discipline (disiplin yang timbul dengan sendirinya). (2). Command Discipline (Disiplin berdasarkan perintah)
pada dasarnya sistem penggerakan dimulai pada diri manajer sendiri, seorang manajer harus berusaha secara pribadi untuk mengembangkan kerja sama secara harmonis dan terarah dengan pihak lain, tanpa kesedian dan kemempuan kerja sama itu sulit baginya untuk menggerakan orang lain.

Apa yang diusahakan oleh manajer adalah :
a) Agar para anggita atau bawahan melakukan pekerjaannya yang disukainya dan diinginkannya untuk dikerjakan.
b) Memberi kepercayaan kepada mereka dan meyakinkn mereka bahwa setiap anggota dapat menyelesaikan pekerjaannya sebaik-baiknya.
c) Memelihara lingkungan kerja yang memuaskan semua pihak.
d) Menginsyafkan diri sendiri bahwa kesedian serta kemempuan setiap anggota untuk melaksanakan kerja secara bergairah akan membantu suksesnya organisasi.
B. Penggerakan Majlis Ta'lim Darus sa'adah

Dilembaga majlis ta'lim darus sa'adah, para pengurus dalam menggerakan kegiatan-kegiatan selain lewat kesadaran sendiri akan amanah yang diputuskan dalam rapat umum anggita (RUA) juga dipengaruhi oleh peran sang pemimpin yang menjadi ketua di majlis ta'lim ini.

Berikut proses penggerakan yang dilakukan oleh ketua majlis ta'lim darus sa'adah :

a. Pemberian motivasi agar para pengurus bersunguh-sungguh dalam mengemban tugasnya. Adapunbentuk motivasi dalam hal ini berupa bimbingan. Kegiatan ini dilakukan langsung oleh Drs, H. Ahmad Zarkasih Yusuf pada setiap rapat bulanan yang diadakan majlis ta'lim darus sa'adah.

b. Mengadakan jalinan hubungan diantara para pengurus. Selain melakukan silaturahmi, bisa juga melalui pengajian yang mingguan dari kegiatan wisata rohani.

c. Mengadakan pengalangan komunikasi diantara para pengurus majlis ta'lim darus sa'adah dengan cara mengadakan rapat koordinasi dan rapat lain. Kegiatan rapat koordinasi dimajlis ta'lim darus sa'adah itu sendiri diadakan setiap satu minggu sekali, yaitu hari senin, kemudian rapat bulanan pada minggu pertama setiap bulannya, rapat evaluasi setiap enam bulan sekali dan rapat tahunan.

Dilihat dari kepemimpinan yang dimiliki oleh Drs. H. Ahmad Zarkasih Yusuf sebagai pemimpin majlis ta'lim adalah kepemimpinan yang bersifat kharismatik.



PENGORGANISASIAN MAJELIS TAKLIM


1. Pengertian Pengorganisasian Majelis Taklim


Pengorganisasian adalah seluruh proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tnggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kasatuan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
Pengorganisasian atau al- thanzhim dalam pandangan islam bukan semata-mata merupakan wadah, akan tetapi lebih menekankan bagaimana pekerjaan dapat dilakukan secara rapi, teratur, dan sistematis.
Pada proses pengorganisasian ini akan mengasilkan sebuah struktur organisasi dan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Jadi, yang ditonjolkan adalah wewenang yang mengikuti tanggung jawab, bukan tanggung jawab yang mengikuti wewenang. Islam sendiri sangat perhatian dalam memandangan tanggung jawab san wewnang sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yang mengajak para sahabat untuk berpartisipasi melalui pendekatan empati yang sangat persuasive dan musyawarah. Ada dua poin yang harus diperhatikan dalam pengorganisasian, yaitu :

1) Organizational design [ desain organisasi]
2) Organizational Structure [ struktur organisasi]
Struktur oranisas [organizational structure] adalah kerangka kerjaformal organisasi yang dengan karangka itu tugas-tugas jabatan dibagi-bagi, dikelompokan, dan dikoordinasikan. [The way in which an organization’s activities are divided organized, andcoordinated].
Ketika para manajer menyusun atau mengubah struktur sebuah organisasi, maka mereka terlibat dalam suatu kegiatan dalam desaint organisasi, yaitu suatu proses yang malibatkan keputusan-keputusan mengenai spesialisasi kerja, departemantalisasi, rantai komado, rentang kendali, sentaral dan desentralisasi, serta formalisasi. Jadi, pengorganisasian itu pada hakekatnya adalah senagai tindakan pengelompokan, seperti subjek, objek dan lain-lain.
Kata “Majelis Talim” merupankan berasal dari bahasa Arab yakni yang artinya “Tenpat Duduk”. Majelis taklim juda dapat diartikan sebagai tempat unuk melaksanakan pengaaran dan siar dakwah isalam, dapat juga sebagai tempa berkumpuln orang untuk melakujkan berbagai aktivitas dan kegiatan.
Pengertian Majlis taklim menurut Majelis taklim se-DKI Jakarta adalah “ Suatu lembaga pendidikan non formal islam yang memiliki kurikulum tersendiri, diselengarakan secara berkala dan tertur yang dikuti oeh jamaah yang relati banyak bertujuan untuk membina dan membangun hubungan yang santun antar manusia dengan ALLAH, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya dalam menbina masyarakatyang bertaqwa.
Adapun mambagi pekerjaan yang telah ditetapkan tersebut kepada para anggota organisasi sehingga pekerjaan terbagi habis kedalam unit-unit kerja. Pembagian pekerjaan ini disertai pendelegasian kewenang agar masing-masing melaksanakan tugasnya secara bertanggung jawab. Untuk mengatur urutan jalannya arus pekerjaan perlu dibuat ketentuan mengenai prosedur dan hubungan kerja antar unit. Kegiatan ini disebut dengan pengorganisasian (organizing) sebagai fungsi kedua dari manajemen.
Untuk keberhasilan suatu garakan yang melembaga sebagai organisasi, apalagi untuk melaksanakanperintah agama islam, bekerja dengan tertib merupakan hal yang mutlak. Bekerja ngawur (tidak mengarah atau acak-acakan) dan menyimpang dari peraturan merupakan faktorutama yang menyebabkan kegagalan perjuangan.Oleh karna itu, bekerja dengan tertib dan tekun, jelas motivasi dan sasaran yang akan dicapai, adalah unsure-unsur yang dijamin akan menunjang keberhasilan apabila dilakukan melalui organisasi yang baik.


2. Urgensi dan Langkah-langkah Pengorganisasian Majelis Taklim

Urgensi adalah penyatuan, pengelompokan, dan pengaturan pengurus majelis taklim untuk digerakan dalam salah satu kerja sebagaimana yang telah direncanakan. Pengorganisasian majalis taklim sangat penting karna :

 Pengorganisasian merupakan syarat utama dalam manajemen
 Tanpa pengorganisasian majelis taklim tidak akan berkembang
 Pengorganisasian merupakan proses dari organisator
 Hasil dari pengorganisasian adalah organisasi

Langkah-langkah dalam Pengorganisasian Majelis Taklim

1) Membagi dan mengelompokan aktifitas kegiatan Majelis Taklim
2) Merumuskan dan menentukan tugas serta tanggung jawab kepengurusan Majelis
Taklim
3) Memberi wewenang dan tanggung jawab penuh
4) Membantu efektifitas organisasi
5) Menciptakan jalinan kerja
0