Rabu, 14 Maret 2012

Tahap-tahap Penerapan CSR



Umumnya perusahaan-perusahaan yang telah berhasil dalam menerapkan CSR menggunakan pertahapan sebagai berikut :


1. Tahap Perencanaan
Perencanaan terdiri atas tiga langkah utama yaitu: awareness Building, CSR Assessement, dan CSR manual building.

Awareness Building merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran mengenai arti penting CSR dan komitmen manajemen. Upaya ini dapat dilakukan antara lain melalui seminar dll.

CSR Assessement merupakan upaya untuk memetakan kondisi perusahaan dan mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu mndapatkan prioritas perhatian dan langkah-langkah yang tepat untuk membangun struktur perusahaan yang kondusif bagi penerapan CSR secara efektif. Langkah selanjutnya adalah membangun CSR manual. Hasil assessment merupakan dasar untuk penyusunan manual atau pedoman implementasi CSR.

2. Tahap Implementasi
Tahap implementasi terdiri atas tiga langkah yaitu, sosialisasi pelaksanaan, dan internalisasi. Sosialisasi diperlukan untuk memperkeanlkan kepada komponen perusahaan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan implementasi CSR khususnya mengenai pedoman penerapan CSR. Tujuan utama sosialisasi ini adalah agar program CSR yang akan diimplementasikan mendapat dukungan penuh dari seluruh komponen perusahaan. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada dasarnya harus sejalan dengan pedoman CSr yang ada. Sedangkan internalisasi adalah tahap jangka panjang. Internalisasi ini mencakup upaya-upaya untuk memperkenalkan CSR di dalam seluruh proses bisnis perusahaan misalnya melalui sistem manajemen kinerja dll.

3. Tahap Evaluasi
Setelah program CSR diimplementasikan langkah berikutnya adalah evaluasi program. Tahap evaluasi ini adalah tahap yang perlu dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu untuk mengukur sejauh mana efektifitas penerapan CSR.

4. Pelaporan
Pelaporan diperlukan dalam rangka membangun sistem informasi baik untuk keperluan proses pengambilan keputusan maupun keperluan keterbukaan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.*

===================================================
* Yusuf Wibisosno, membedah konsep & aplikasi CSR.
0

Selasa, 13 Maret 2012

Mengembangkan Strategi CSR

Strategi CSR membantu perusahaan memastikan bahwa perusahaan secara berkesinambungan membangun, memelihara, dan memperkuat identitas dan pasar yang dimilikinya. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam mengembangkan strategi CSR :

1. Membangun dukungan dengan manajemen senior dan karyawan
Tanpa adanya dukungan dari pemimpin perusahaan, peluang keberhasilan program CSR akan menipis. Di samping itu juga penting untuk terus membangun dukungan dintara karyawan, karena merekalah yang akan memainkan peran kunci dalam implementasi CSR.


2. Pengamatan terhadap pihak lain
Adalah sangat bermanfaat untuk belajar dari pengalaman dan keahlian pihak lain. Tiga sumber informasi yang berguna adalah perusahaan lain, asosiasi industri, dan organisasi yang khusus bergerak dibidang CSR.


3. Mempersiapkan matriks aktivitas CSR yang diusulkan
Perusahaan dapat merencanakan aktivitas CSR, baik yang sedang dilakukan pada saat ini maupun yang mungkin akan dilakukan di masa mendatang, berkaitan dengan proses, produk, serta pengaruh yang mungkin ditimbulkannya.

4. Mengembangkan opsi bagi kelanjutan program CSR
Disini tersedia dua opsi, yaitu mengambil pendekatan yang sifatnya incremental ataupun memutuskan perubahan arah yang lebih komprehensif.

5. Membuat keputusan dalam hal arah, pendekatan, dan fokus
Menentukan arah berarti memutuskan area utama dimana perhatian ditujukan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan pertambangan mungkin akan memusatkan perhatian kepada terjalinnya hubungan baik dengan komunitas sekitar. Pendekatan mengacu kepada bagaimana sebuah perusahaan berencana untuk bergerak menuju arah yang telah ditentukan. Sedangkan fokus harus diselaraskan dengan tujuan bisnis perusahaan, dan oleh karenanya harus menjadi prioritas. Dengan adanya fokus dapat diidentifikasikan kesenjangan dalam proses-proses perusahaan.
0

penilaiaan terhadap CSR (CSR assessment)

kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah, peluang, dan tantanga yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan aktivitas CSR

didalam penilaiaan CSR yang tepat harus memberikan pemahaaman mengenai hal-hal sebagai berikut:

• nilai-nilai dan etika perusahaan
• dorongan internal dan eksternal yang memotifasi perusahaan untuk menjalankan aktifitas CSR
• isu-isu penting seputar CSR yang dpat memberikan dampak terhadap perusahaan
• stakeholder-stakeholder kunci

Penilaian csr bertujuan agar perusahaan melakukan aktivitas-aktivitas csr secara berkesinambungan, tidak bersifat parsial. Penilaian csr juga membantu perusahaan mengidentifikasi kesenjangan dan peluang yang ada, sehingga mampu memperbaiki kualitas pengambilan keputusan.


Tahapan-tahapan dari pelaksanaan penilaian csr adalah sebagai berikut:

1. membentuk tim kepemimpinan CSR
biasanya tim kepemimpinan csr mencakup perwakilan dari dewan direksi, manajemen puncak, dan pemilik, serta sukarelawan dari berbagai unit dalam perusahaan yang terkena dampak atau terlibat dengan isu-isu seputar csr.

2. Merumuskan definisi program CSR
Perumusan definisi program csr akan menjadi landasan bagi aktivitas penilaian selanjutnya. Dapat juga diidentivikasi nilai-nilai kunci yang memotivasi perusahaan. Melibatkan orang-orang pada setiap tingkatan dalam perusahaan akan lebih menjamin tercapainya tujuan dan penerimaan dari aktivitas csr yang dilakukan.

3. Melakukan kajian terhadap dokumen,proses,dan aktivitas perusahaan
Dokumen-dokumen ini dapat mencakup misi, kebijakan, prinsip-prinsip dan dokumen-dokumen operasional lainnya. Aktivitas-aktivitas perusahaan yang secara langsung berhubungan dengan produk dan layanan yang dihasilkan dapat secara erat berhubungan dengan aktivitas-aktivitas CSR.

4. Mengidentifikasi dan melibatkan stakeholder kunci
Perusahaan mungkin saja melewatkan isu-isu pentin yang sedang hangat di luar. Oleh karenanya diskusi dengan para stakeholder kunci, karena stakeholder dapat melihatnya sebagai kesempatan untuk mengemukakan pandangan mereka mengenai prilaku perusahaan. Kunci bagi efektifnya keterlibatan para stakeholder ini adalah memetakan definisi mereka mengenai keberhasilan dalam rangka kerjasamanya dengan perusahaan.
0

Minggu, 11 Maret 2012

Manfaat CSR

Dalam menjalankan tanggung jawab soaialnya, perusahaan menfokuskan perhatiannya kepada tiga hal, yaitu : profit, lingkungan, dan masyarakat. Dengan lebih banyak memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar, perusahaan dapat ikut berpartisipasi dalam usaha-usaha pelestarian lingkungan demi terpeliharanya kualitas kehidupan umat manusia dalam jangka panjang. Perushaan juga ikut mengambil bagian dalam aktivitas manajemn bencana. Manajemen bencana di sini bukan hanya sekedar memberikan bantuan kepada korban bencana, namun juga berpartisipasi dalam usaha-usaha mencegah terjadinya bencana serta meminimalkan dampak bencana melalui usaha-usaha pelestarian lingkungan demi terpeliharanya kualitas kehidupan umat manusia dalam masa panjang. Perusahaan juga ikut mengambil bagian dalam aktifitas manajemen bencana. Manajemen bencana ini bukan hanya sekedar memberikan bantuan kepada korban bencana, namun juga berpartisipasi dalam usaha-usaha mencegah terjadinya bencana serta meminimalkan dampak bencana melalui usaha-usaha pelestarian lingkungan sebagi tindakan preventive untuk meminimalisir bencana.


Di sisi perusahaan terdapat berbagai manfaat yang dapat di peroleh dari aktivitas CSR. Pertama mengurangi resiko dan tuduhan terhadap perlauan tidak pantas yang diterima perusahaan. Peusahaan yang melakukan tanggung jawab social secara konsisten akan mendapat dukungan yang luas dari komunitas yang telah merasakan manfaat dari berbagai aktivitas yang dilaksanakan dan dijalankan.*

Kedua, CSR dapatr berfungsi sebagai pelindung dan pembantu perusahaan meminimalkan dampak buruk yang diakibatkan suatu krisis. Demkian pula ketika peruhaan diterpa kabar mirng bahkan ketika perusahaan melakukan kesalahan, masyarakat lebih mudah memahami dan memaafkannya. Sebagi contoh adalah sebuah perusahaan produsen consumer goods yang beberapa waktu lalu dilanda isu adanya kandungan bahan berbahaya dalam produknya.namun karena perusahaan tersebut dianggap konsisten dalam menjalankan tanggung jawab sosialanya, maka masyarakat dapat memaklumi dan memaafkannya sehingga relative tidak mempangaruhi aktivitas dan kinerja.

====================================================
* DR. A.B. Susanto, A strategic management approach, Corporate Sosial Responsibility.
0

Pengertian CSR

Definisi dari CSR itu sendiri telah dikemukakan oleh banyak pakar, di antaranya adalah yang dikemukakan oleh magnan & farrel mendefinisikan CSR sebagai “A business acts in socially responsible manner when its decision and account for and balance diverse stake holder interest”. Definisi ini menekankan kepada perlunya memberikan perhatian secara seimbang terhadap kepentingan berbagai stakeholders yang beragam dalam setiap keputusan dan tindakan yang di ambil oleh para pelaku yang secara social bertanggung jawab.

Sedangkan menurut elkington (1997) mengemukakan bahwa sebuah perusahaan yang menunjukan tanggung jawab sosialnya akan memberikan perhatian kepada peningkatan kualitas perusahaan (profit); masyarakat khususnya komunitas sekitar (people); serta lingungan hidup (planet bumi).

Menurut definisi yang dikemukakan oleh the Jakarta consulting group, tanggung jawab social perusahaan ini diarahkan baik ke dalam (internal) maupun ke luar (eksternal) perusahaan. Ke dalam, tanggung jawab ini diarahkan kepada pemegang saham dalam bentuk profitabilitas dan pertumbuhan. Seperti diketahui, pemegang sham telah menginvestasikan sumberdaya yang dimilikinya guna mendukung berbagai aktivitas operasional perusahaan, dan oleh karenanya mereka akan mengharapkan profitabilitas yang optimal serta pertumbuhan perusahaan sehingga kesejahteraan mereka di masa depan juga akan mengalami peningkatan. Oleh karenanya perusahaan harus berjuang keras agar memperoleh laba yang optimal dalam jangka panjang serta senantiasa mencari peluang bagi pertumbuhan dimasa depan. Ke luar, tanggung jawab social ini bekaitan dengan peran perusahaan sebagai pembayar pajak dan penyedia lapangan kerja, * meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi masyarakat, serta memelihara lingkungan bagi kepentingan generasi mendatang.

=============================================
* DR. A.B. Susanto, A strategic management approach, Corporate Sosial Responsibility.
0