Minggu, 09 September 2012

Selalu Ada Keju Gratis Dalam Perangkap Tikus

Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas. Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus”. Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung,namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.
Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani. Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan. Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.” Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa mbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”. Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya. Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang. Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanks giving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap. Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi… Seperti pepatah kuno “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”. sumber : http://www.emotivasi.com/
1

Rabu, 14 Maret 2012

Pola kedermawanan sosial perusahaan

Berbagai kegiatan yang berlangsung selama setahun ini juga memberikan gambaran mengenai pola atau model kedermawanan sosial perusahaan di Indonesia. Secara umum, ada 4 pola kedermawanan yang dijalankan oleh perusahaan. Diantaranya :

- Keterlibatan secara langsung
Perusahaan dalam menjalankan kegiatan kedermawanannya secara langsung dengan menyelenggarakan sendiri kegiatan sosial atau menyerahkan sumbangannya kepada masyarakat tanpa perantara atau bantuan pihak lain.


- Melalui yayasan atau organisasi sosial / kerelawanan perusahaan
Dalam menjalankan kegiatan Model kedua ini merupakan pengadopsian model yang lazim dipakai perusahaan-perusahaan di Negara maju dalam menjalankan kegiatan sosialnya. Yakni dengan mendirikan yayasan-yayasan di bawah naungan perusahaan atau grupnya. Beberapa yayasan yang didirikan oleh perusahaan antara lain : yayasan dharma bhakti astra, yayasan coca cola company, yayasan riot into. Dll. Selain mendirikan yayasan, beberapa perusahaan di Indonesia mulai mengadopsi pendekatan pelibatan karyawan dalam kegiatan sosial. Perusahaan-perusahaan itu mendorong organisasi karyawan untuk aktif dalam kegiatan sosialnya. Mereka juga memberikan izin bagi karyawannya untuk memakai sebagian waktu kerjanya untuk kegiatan sosial dan mensuport kegiatan yang mereka adakan. Mereka melakukannya dengan cara yang lebih spontan yang umumnya berbasis pada masjid-masjid atau mushola perusahaan. Kegiatan yang paling lazim adalah mengumpulkan dana-dana ZIS karyawan dan mengelolanya sesuai dengan aturan yang baku.

- Berpatner atau bermitra dengan pihak lain
Perusahaan bekerja sama dengan lembaga lain dalam mengelola sumbangan atau menyelenggarkan kegiatan sosialnya. Lembaga lain yang menjadi parter perusahaan dalam kegiatan ini adalah LSM ( YKI, PMI, YKAI, DD, dll ). Lewat kerja sama semacam ini perusahaan tidak terlalu banyak direpotkan oleh program tersebut dan kegiatan yang dilakukan diharapkan lebih optimal karena ditangani oleh pihak yang dianggap lebih berkompeten.

- Mendukung atau bergabung dalam suatu konsorsium
Perusahaan ikut mendirikan, menjadi anggota, atau mendukung suatu lembaga sosial yang didirikan untuk tujuan sosial tertentu. Dalam hal ini pihak konsorsium atau lembaga semacam itu yang dipercayai oleh perusahaan-perusahaan yang mendukungnya secara proaktif melakukan pengembangan program dan mencari mitra kerjasama dari kalangan lembaga operasional.*

==========================================
* Hamid Abidin, Profil dan Potensi Kedermawanan Perusahaan di Indonesia
5

Potensi kedermawanan sosial perusahaan

Peluang untuk mengembangkan potensi kedermawanan social perusahaan lebih tebuka lebar sering dengan tumbangnya rezim orde baru. Minat dan keterlibatan prusahaan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan social juga mulai meningkat. Bentuk bentuk kegiatan social yang dilakukan pun lebih bervariasai. Di bandingkan dengan era orde baru, kegiatan kedrmawanan perusahaan pada saat ini dinilai lebih murni. Meski muatan promosi masih cukup kuat, motivasi untuk mendapatkan akses dan fasilitas dari penguasa dari penguasa lewat sumbangan yang diberikan sudah bisa diminimalisir.


Kegiatan kedermawanan itu dijalankan dalam kerangka kesadaran dan komitmen perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Fenomenaa kegairahan perusahaan di atas menunjukan bahwa perusahaan bisa menjadi salah satu sumber dana local yang potensial mengingat banyaknya perusahaan yang berminat dan punya kepedulian dalam menyumbang atau mendanai kegiatan social. Sumber dana mereka juga cukup besar jika dibandingkan dengan perorangan atau pun pemerintah. Sayangnya, sampai saat ini belum ada data atau penelitian yang komprehensif mengenai pola kedermawanan perusahaan ataupun potensi dana yang diberikan. Seperti halnya sumbangan individual, lembaga sosial, ataupun pemerintah, data lengkap mengenai jumlah dan komposisi sumbangan perusahaan masih belum tersedia. Hal ini tentu saja menjadi kendala bagi upaya penggalangannya dan upaya pengembangannya di masa mendatang.

Potensi kedrmawanan sosial perusahaan juga berhubungan dengan beberapa hal, antara lain adalah motivasi yang mendorong perusahaann untuk melakukan kedermawanan sosial. Terlepas dari motif dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh perusahaan, potensi kedermawanan sosial perusahaan secara umum sangat dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama, ukuran dan kematangan perusahaan. Perusahaan besar dan telah matang / mapan cenderung lebih berpotensi untuk memberi sumbangan kepada perusahaan kecil dan belum mapan. Kedua, regulasi dan sistem perpajakan yang diatur oleh pemerintah. Regulasi dan sistem perpajakan yang dimaksud tidak berhubungan tinggi atau rendahnya pajak di suatu Negara. Semakin buruk penataan pajak dalam negeri semakin kecil ketertarikan bagi perusahaan untuk memberikan donasinya. Ketiga, bentuk kepemilikan dan pengelolaan perusahaan. Ditemukan adanya hubungan yang kuat antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan yang terpisah dengan tumbuhnya yayasan sosial perusahaan.*

================================================
* Hamid abidin dkk, sumbangan sosial perusahaan.
2

Tahap-tahap Penerapan CSR



Umumnya perusahaan-perusahaan yang telah berhasil dalam menerapkan CSR menggunakan pertahapan sebagai berikut :


1. Tahap Perencanaan
Perencanaan terdiri atas tiga langkah utama yaitu: awareness Building, CSR Assessement, dan CSR manual building.

Awareness Building merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran mengenai arti penting CSR dan komitmen manajemen. Upaya ini dapat dilakukan antara lain melalui seminar dll.

CSR Assessement merupakan upaya untuk memetakan kondisi perusahaan dan mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu mndapatkan prioritas perhatian dan langkah-langkah yang tepat untuk membangun struktur perusahaan yang kondusif bagi penerapan CSR secara efektif. Langkah selanjutnya adalah membangun CSR manual. Hasil assessment merupakan dasar untuk penyusunan manual atau pedoman implementasi CSR.

2. Tahap Implementasi
Tahap implementasi terdiri atas tiga langkah yaitu, sosialisasi pelaksanaan, dan internalisasi. Sosialisasi diperlukan untuk memperkeanlkan kepada komponen perusahaan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan implementasi CSR khususnya mengenai pedoman penerapan CSR. Tujuan utama sosialisasi ini adalah agar program CSR yang akan diimplementasikan mendapat dukungan penuh dari seluruh komponen perusahaan. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada dasarnya harus sejalan dengan pedoman CSr yang ada. Sedangkan internalisasi adalah tahap jangka panjang. Internalisasi ini mencakup upaya-upaya untuk memperkenalkan CSR di dalam seluruh proses bisnis perusahaan misalnya melalui sistem manajemen kinerja dll.

3. Tahap Evaluasi
Setelah program CSR diimplementasikan langkah berikutnya adalah evaluasi program. Tahap evaluasi ini adalah tahap yang perlu dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu untuk mengukur sejauh mana efektifitas penerapan CSR.

4. Pelaporan
Pelaporan diperlukan dalam rangka membangun sistem informasi baik untuk keperluan proses pengambilan keputusan maupun keperluan keterbukaan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.*

===================================================
* Yusuf Wibisosno, membedah konsep & aplikasi CSR.
0

Selasa, 13 Maret 2012

Mengembangkan Strategi CSR

Strategi CSR membantu perusahaan memastikan bahwa perusahaan secara berkesinambungan membangun, memelihara, dan memperkuat identitas dan pasar yang dimilikinya. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam mengembangkan strategi CSR :

1. Membangun dukungan dengan manajemen senior dan karyawan
Tanpa adanya dukungan dari pemimpin perusahaan, peluang keberhasilan program CSR akan menipis. Di samping itu juga penting untuk terus membangun dukungan dintara karyawan, karena merekalah yang akan memainkan peran kunci dalam implementasi CSR.


2. Pengamatan terhadap pihak lain
Adalah sangat bermanfaat untuk belajar dari pengalaman dan keahlian pihak lain. Tiga sumber informasi yang berguna adalah perusahaan lain, asosiasi industri, dan organisasi yang khusus bergerak dibidang CSR.


3. Mempersiapkan matriks aktivitas CSR yang diusulkan
Perusahaan dapat merencanakan aktivitas CSR, baik yang sedang dilakukan pada saat ini maupun yang mungkin akan dilakukan di masa mendatang, berkaitan dengan proses, produk, serta pengaruh yang mungkin ditimbulkannya.

4. Mengembangkan opsi bagi kelanjutan program CSR
Disini tersedia dua opsi, yaitu mengambil pendekatan yang sifatnya incremental ataupun memutuskan perubahan arah yang lebih komprehensif.

5. Membuat keputusan dalam hal arah, pendekatan, dan fokus
Menentukan arah berarti memutuskan area utama dimana perhatian ditujukan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan pertambangan mungkin akan memusatkan perhatian kepada terjalinnya hubungan baik dengan komunitas sekitar. Pendekatan mengacu kepada bagaimana sebuah perusahaan berencana untuk bergerak menuju arah yang telah ditentukan. Sedangkan fokus harus diselaraskan dengan tujuan bisnis perusahaan, dan oleh karenanya harus menjadi prioritas. Dengan adanya fokus dapat diidentifikasikan kesenjangan dalam proses-proses perusahaan.
0