Rabu, 14 Maret 2012

Pola kedermawanan sosial perusahaan

Berbagai kegiatan yang berlangsung selama setahun ini juga memberikan gambaran mengenai pola atau model kedermawanan sosial perusahaan di Indonesia. Secara umum, ada 4 pola kedermawanan yang dijalankan oleh perusahaan. Diantaranya :

- Keterlibatan secara langsung
Perusahaan dalam menjalankan kegiatan kedermawanannya secara langsung dengan menyelenggarakan sendiri kegiatan sosial atau menyerahkan sumbangannya kepada masyarakat tanpa perantara atau bantuan pihak lain.


- Melalui yayasan atau organisasi sosial / kerelawanan perusahaan
Dalam menjalankan kegiatan Model kedua ini merupakan pengadopsian model yang lazim dipakai perusahaan-perusahaan di Negara maju dalam menjalankan kegiatan sosialnya. Yakni dengan mendirikan yayasan-yayasan di bawah naungan perusahaan atau grupnya. Beberapa yayasan yang didirikan oleh perusahaan antara lain : yayasan dharma bhakti astra, yayasan coca cola company, yayasan riot into. Dll. Selain mendirikan yayasan, beberapa perusahaan di Indonesia mulai mengadopsi pendekatan pelibatan karyawan dalam kegiatan sosial. Perusahaan-perusahaan itu mendorong organisasi karyawan untuk aktif dalam kegiatan sosialnya. Mereka juga memberikan izin bagi karyawannya untuk memakai sebagian waktu kerjanya untuk kegiatan sosial dan mensuport kegiatan yang mereka adakan. Mereka melakukannya dengan cara yang lebih spontan yang umumnya berbasis pada masjid-masjid atau mushola perusahaan. Kegiatan yang paling lazim adalah mengumpulkan dana-dana ZIS karyawan dan mengelolanya sesuai dengan aturan yang baku.

- Berpatner atau bermitra dengan pihak lain
Perusahaan bekerja sama dengan lembaga lain dalam mengelola sumbangan atau menyelenggarkan kegiatan sosialnya. Lembaga lain yang menjadi parter perusahaan dalam kegiatan ini adalah LSM ( YKI, PMI, YKAI, DD, dll ). Lewat kerja sama semacam ini perusahaan tidak terlalu banyak direpotkan oleh program tersebut dan kegiatan yang dilakukan diharapkan lebih optimal karena ditangani oleh pihak yang dianggap lebih berkompeten.

- Mendukung atau bergabung dalam suatu konsorsium
Perusahaan ikut mendirikan, menjadi anggota, atau mendukung suatu lembaga sosial yang didirikan untuk tujuan sosial tertentu. Dalam hal ini pihak konsorsium atau lembaga semacam itu yang dipercayai oleh perusahaan-perusahaan yang mendukungnya secara proaktif melakukan pengembangan program dan mencari mitra kerjasama dari kalangan lembaga operasional.*

==========================================
* Hamid Abidin, Profil dan Potensi Kedermawanan Perusahaan di Indonesia
6

Potensi kedermawanan sosial perusahaan

Peluang untuk mengembangkan potensi kedermawanan social perusahaan lebih tebuka lebar sering dengan tumbangnya rezim orde baru. Minat dan keterlibatan prusahaan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan social juga mulai meningkat. Bentuk bentuk kegiatan social yang dilakukan pun lebih bervariasai. Di bandingkan dengan era orde baru, kegiatan kedrmawanan perusahaan pada saat ini dinilai lebih murni. Meski muatan promosi masih cukup kuat, motivasi untuk mendapatkan akses dan fasilitas dari penguasa dari penguasa lewat sumbangan yang diberikan sudah bisa diminimalisir.


Kegiatan kedermawanan itu dijalankan dalam kerangka kesadaran dan komitmen perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Fenomenaa kegairahan perusahaan di atas menunjukan bahwa perusahaan bisa menjadi salah satu sumber dana local yang potensial mengingat banyaknya perusahaan yang berminat dan punya kepedulian dalam menyumbang atau mendanai kegiatan social. Sumber dana mereka juga cukup besar jika dibandingkan dengan perorangan atau pun pemerintah. Sayangnya, sampai saat ini belum ada data atau penelitian yang komprehensif mengenai pola kedermawanan perusahaan ataupun potensi dana yang diberikan. Seperti halnya sumbangan individual, lembaga sosial, ataupun pemerintah, data lengkap mengenai jumlah dan komposisi sumbangan perusahaan masih belum tersedia. Hal ini tentu saja menjadi kendala bagi upaya penggalangannya dan upaya pengembangannya di masa mendatang.

Potensi kedrmawanan sosial perusahaan juga berhubungan dengan beberapa hal, antara lain adalah motivasi yang mendorong perusahaann untuk melakukan kedermawanan sosial. Terlepas dari motif dan aktivitas sosial yang dilakukan oleh perusahaan, potensi kedermawanan sosial perusahaan secara umum sangat dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama, ukuran dan kematangan perusahaan. Perusahaan besar dan telah matang / mapan cenderung lebih berpotensi untuk memberi sumbangan kepada perusahaan kecil dan belum mapan. Kedua, regulasi dan sistem perpajakan yang diatur oleh pemerintah. Regulasi dan sistem perpajakan yang dimaksud tidak berhubungan tinggi atau rendahnya pajak di suatu Negara. Semakin buruk penataan pajak dalam negeri semakin kecil ketertarikan bagi perusahaan untuk memberikan donasinya. Ketiga, bentuk kepemilikan dan pengelolaan perusahaan. Ditemukan adanya hubungan yang kuat antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan yang terpisah dengan tumbuhnya yayasan sosial perusahaan.*

================================================
* Hamid abidin dkk, sumbangan sosial perusahaan.
2

Tahap-tahap Penerapan CSR



Umumnya perusahaan-perusahaan yang telah berhasil dalam menerapkan CSR menggunakan pertahapan sebagai berikut :


1. Tahap Perencanaan
Perencanaan terdiri atas tiga langkah utama yaitu: awareness Building, CSR Assessement, dan CSR manual building.

Awareness Building merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran mengenai arti penting CSR dan komitmen manajemen. Upaya ini dapat dilakukan antara lain melalui seminar dll.

CSR Assessement merupakan upaya untuk memetakan kondisi perusahaan dan mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu mndapatkan prioritas perhatian dan langkah-langkah yang tepat untuk membangun struktur perusahaan yang kondusif bagi penerapan CSR secara efektif. Langkah selanjutnya adalah membangun CSR manual. Hasil assessment merupakan dasar untuk penyusunan manual atau pedoman implementasi CSR.

2. Tahap Implementasi
Tahap implementasi terdiri atas tiga langkah yaitu, sosialisasi pelaksanaan, dan internalisasi. Sosialisasi diperlukan untuk memperkeanlkan kepada komponen perusahaan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan implementasi CSR khususnya mengenai pedoman penerapan CSR. Tujuan utama sosialisasi ini adalah agar program CSR yang akan diimplementasikan mendapat dukungan penuh dari seluruh komponen perusahaan. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada dasarnya harus sejalan dengan pedoman CSr yang ada. Sedangkan internalisasi adalah tahap jangka panjang. Internalisasi ini mencakup upaya-upaya untuk memperkenalkan CSR di dalam seluruh proses bisnis perusahaan misalnya melalui sistem manajemen kinerja dll.

3. Tahap Evaluasi
Setelah program CSR diimplementasikan langkah berikutnya adalah evaluasi program. Tahap evaluasi ini adalah tahap yang perlu dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu untuk mengukur sejauh mana efektifitas penerapan CSR.

4. Pelaporan
Pelaporan diperlukan dalam rangka membangun sistem informasi baik untuk keperluan proses pengambilan keputusan maupun keperluan keterbukaan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.*

===================================================
* Yusuf Wibisosno, membedah konsep & aplikasi CSR.
0

Selasa, 13 Maret 2012

Mengembangkan Strategi CSR

Strategi CSR membantu perusahaan memastikan bahwa perusahaan secara berkesinambungan membangun, memelihara, dan memperkuat identitas dan pasar yang dimilikinya. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam mengembangkan strategi CSR :

1. Membangun dukungan dengan manajemen senior dan karyawan
Tanpa adanya dukungan dari pemimpin perusahaan, peluang keberhasilan program CSR akan menipis. Di samping itu juga penting untuk terus membangun dukungan dintara karyawan, karena merekalah yang akan memainkan peran kunci dalam implementasi CSR.


2. Pengamatan terhadap pihak lain
Adalah sangat bermanfaat untuk belajar dari pengalaman dan keahlian pihak lain. Tiga sumber informasi yang berguna adalah perusahaan lain, asosiasi industri, dan organisasi yang khusus bergerak dibidang CSR.


3. Mempersiapkan matriks aktivitas CSR yang diusulkan
Perusahaan dapat merencanakan aktivitas CSR, baik yang sedang dilakukan pada saat ini maupun yang mungkin akan dilakukan di masa mendatang, berkaitan dengan proses, produk, serta pengaruh yang mungkin ditimbulkannya.

4. Mengembangkan opsi bagi kelanjutan program CSR
Disini tersedia dua opsi, yaitu mengambil pendekatan yang sifatnya incremental ataupun memutuskan perubahan arah yang lebih komprehensif.

5. Membuat keputusan dalam hal arah, pendekatan, dan fokus
Menentukan arah berarti memutuskan area utama dimana perhatian ditujukan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan pertambangan mungkin akan memusatkan perhatian kepada terjalinnya hubungan baik dengan komunitas sekitar. Pendekatan mengacu kepada bagaimana sebuah perusahaan berencana untuk bergerak menuju arah yang telah ditentukan. Sedangkan fokus harus diselaraskan dengan tujuan bisnis perusahaan, dan oleh karenanya harus menjadi prioritas. Dengan adanya fokus dapat diidentifikasikan kesenjangan dalam proses-proses perusahaan.
0

penilaiaan terhadap CSR (CSR assessment)

kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah, peluang, dan tantanga yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan aktivitas CSR

didalam penilaiaan CSR yang tepat harus memberikan pemahaaman mengenai hal-hal sebagai berikut:

• nilai-nilai dan etika perusahaan
• dorongan internal dan eksternal yang memotifasi perusahaan untuk menjalankan aktifitas CSR
• isu-isu penting seputar CSR yang dpat memberikan dampak terhadap perusahaan
• stakeholder-stakeholder kunci

Penilaian csr bertujuan agar perusahaan melakukan aktivitas-aktivitas csr secara berkesinambungan, tidak bersifat parsial. Penilaian csr juga membantu perusahaan mengidentifikasi kesenjangan dan peluang yang ada, sehingga mampu memperbaiki kualitas pengambilan keputusan.


Tahapan-tahapan dari pelaksanaan penilaian csr adalah sebagai berikut:

1. membentuk tim kepemimpinan CSR
biasanya tim kepemimpinan csr mencakup perwakilan dari dewan direksi, manajemen puncak, dan pemilik, serta sukarelawan dari berbagai unit dalam perusahaan yang terkena dampak atau terlibat dengan isu-isu seputar csr.

2. Merumuskan definisi program CSR
Perumusan definisi program csr akan menjadi landasan bagi aktivitas penilaian selanjutnya. Dapat juga diidentivikasi nilai-nilai kunci yang memotivasi perusahaan. Melibatkan orang-orang pada setiap tingkatan dalam perusahaan akan lebih menjamin tercapainya tujuan dan penerimaan dari aktivitas csr yang dilakukan.

3. Melakukan kajian terhadap dokumen,proses,dan aktivitas perusahaan
Dokumen-dokumen ini dapat mencakup misi, kebijakan, prinsip-prinsip dan dokumen-dokumen operasional lainnya. Aktivitas-aktivitas perusahaan yang secara langsung berhubungan dengan produk dan layanan yang dihasilkan dapat secara erat berhubungan dengan aktivitas-aktivitas CSR.

4. Mengidentifikasi dan melibatkan stakeholder kunci
Perusahaan mungkin saja melewatkan isu-isu pentin yang sedang hangat di luar. Oleh karenanya diskusi dengan para stakeholder kunci, karena stakeholder dapat melihatnya sebagai kesempatan untuk mengemukakan pandangan mereka mengenai prilaku perusahaan. Kunci bagi efektifnya keterlibatan para stakeholder ini adalah memetakan definisi mereka mengenai keberhasilan dalam rangka kerjasamanya dengan perusahaan.
0

Minggu, 11 Maret 2012

Manfaat CSR

Dalam menjalankan tanggung jawab soaialnya, perusahaan menfokuskan perhatiannya kepada tiga hal, yaitu : profit, lingkungan, dan masyarakat. Dengan lebih banyak memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar, perusahaan dapat ikut berpartisipasi dalam usaha-usaha pelestarian lingkungan demi terpeliharanya kualitas kehidupan umat manusia dalam jangka panjang. Perushaan juga ikut mengambil bagian dalam aktivitas manajemn bencana. Manajemen bencana di sini bukan hanya sekedar memberikan bantuan kepada korban bencana, namun juga berpartisipasi dalam usaha-usaha mencegah terjadinya bencana serta meminimalkan dampak bencana melalui usaha-usaha pelestarian lingkungan demi terpeliharanya kualitas kehidupan umat manusia dalam masa panjang. Perusahaan juga ikut mengambil bagian dalam aktifitas manajemen bencana. Manajemen bencana ini bukan hanya sekedar memberikan bantuan kepada korban bencana, namun juga berpartisipasi dalam usaha-usaha mencegah terjadinya bencana serta meminimalkan dampak bencana melalui usaha-usaha pelestarian lingkungan sebagi tindakan preventive untuk meminimalisir bencana.


Di sisi perusahaan terdapat berbagai manfaat yang dapat di peroleh dari aktivitas CSR. Pertama mengurangi resiko dan tuduhan terhadap perlauan tidak pantas yang diterima perusahaan. Peusahaan yang melakukan tanggung jawab social secara konsisten akan mendapat dukungan yang luas dari komunitas yang telah merasakan manfaat dari berbagai aktivitas yang dilaksanakan dan dijalankan.*

Kedua, CSR dapatr berfungsi sebagai pelindung dan pembantu perusahaan meminimalkan dampak buruk yang diakibatkan suatu krisis. Demkian pula ketika peruhaan diterpa kabar mirng bahkan ketika perusahaan melakukan kesalahan, masyarakat lebih mudah memahami dan memaafkannya. Sebagi contoh adalah sebuah perusahaan produsen consumer goods yang beberapa waktu lalu dilanda isu adanya kandungan bahan berbahaya dalam produknya.namun karena perusahaan tersebut dianggap konsisten dalam menjalankan tanggung jawab sosialanya, maka masyarakat dapat memaklumi dan memaafkannya sehingga relative tidak mempangaruhi aktivitas dan kinerja.

====================================================
* DR. A.B. Susanto, A strategic management approach, Corporate Sosial Responsibility.
0

Pengertian CSR

Definisi dari CSR itu sendiri telah dikemukakan oleh banyak pakar, di antaranya adalah yang dikemukakan oleh magnan & farrel mendefinisikan CSR sebagai “A business acts in socially responsible manner when its decision and account for and balance diverse stake holder interest”. Definisi ini menekankan kepada perlunya memberikan perhatian secara seimbang terhadap kepentingan berbagai stakeholders yang beragam dalam setiap keputusan dan tindakan yang di ambil oleh para pelaku yang secara social bertanggung jawab.

Sedangkan menurut elkington (1997) mengemukakan bahwa sebuah perusahaan yang menunjukan tanggung jawab sosialnya akan memberikan perhatian kepada peningkatan kualitas perusahaan (profit); masyarakat khususnya komunitas sekitar (people); serta lingungan hidup (planet bumi).

Menurut definisi yang dikemukakan oleh the Jakarta consulting group, tanggung jawab social perusahaan ini diarahkan baik ke dalam (internal) maupun ke luar (eksternal) perusahaan. Ke dalam, tanggung jawab ini diarahkan kepada pemegang saham dalam bentuk profitabilitas dan pertumbuhan. Seperti diketahui, pemegang sham telah menginvestasikan sumberdaya yang dimilikinya guna mendukung berbagai aktivitas operasional perusahaan, dan oleh karenanya mereka akan mengharapkan profitabilitas yang optimal serta pertumbuhan perusahaan sehingga kesejahteraan mereka di masa depan juga akan mengalami peningkatan. Oleh karenanya perusahaan harus berjuang keras agar memperoleh laba yang optimal dalam jangka panjang serta senantiasa mencari peluang bagi pertumbuhan dimasa depan. Ke luar, tanggung jawab social ini bekaitan dengan peran perusahaan sebagai pembayar pajak dan penyedia lapangan kerja, * meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi masyarakat, serta memelihara lingkungan bagi kepentingan generasi mendatang.

=============================================
* DR. A.B. Susanto, A strategic management approach, Corporate Sosial Responsibility.
0